[Book]Topsy - Turvy Lady

Judul : Topsy – Turvy Lady
Genre : Novel – Metropop
Halaman : 222 halaman
Penulis : Tria Barmawi
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama - Agustus 2008
Peresensi : Anna R.Nawaning S ( balqis57@yahoo.co.nz )
JUDUL UNIK CERITA MENDIDIK
Judul buku ini sangat unik! Melihat cover depannya pertama kali mengesankan bahwa novel karya Tria Barmawi ini merupakan novel dengan tema kekanakan seperti cerita novel ABG kebanyakan. Memang dari desain cover lebih terkesan novel ini adalah novel genre teenlit, padahal novel ini masuk di Metropop (chicklit karya penulis lokal penerbit GPU).
Tria Barmawi, lulusan Teknik Informatika ITB yang kini menjadi ibu rumah tangga sekaligus penulis, tidak baru kali ini menulis novel Metropop, sebelumnya Tria telah menulis beberapa novel dengan tema beragam. Topsy – Turvy Lady merupakan karyanya yang memiliki judul unik. Ceritanya? Mendidik dan menarik, namun tidak menggurui.
Bercerita tentang seorang mahasiswi jurusan Komputer di universitas papan atas bernama Gladys. Gladys modis yang senantiasa memakai barang bermerek keluaran butik yang biasa dikonsumsi orang kaya raya. Gladys manis memang salah satu anak konglomerat. Suatu masa Gladys jatuh cinta hingga babak belur dengan pria yang bobot, bibit dan bebet-nya tidak dapat dipertanggung jawabkan. Pria bernama Sandi yang selisih usianya 10 tahun dengan Gladys ini melamar Gladys. Tanpa berpikir panjang Gladys meninggalkan keluarganya yang menentang hubungan mereka. Barangkali untuk mengetahui lebih jelas tentang pria bernama Sandi ini Gladys harus pintar membaca sandi – sandi khusus? Karena Sandi memang merupakan penipu ulung yang mampu menjebolkan tabungan dan kartu kredit milik Glady tanpa harus mengetahui kata sandi untuk menguras kartu kredit tersebut.
Gladys seperti di hipnotis. Bahkan cewek 19 tahun ini sempat didatangi debt collector bengis yang nyaris membuat Gladys menangis. Sejak itu kehidupan Gladys berubah drastis. Menjadi pencuci piring dan pelayan di warung, hingga akhirnya menjadi baby sitter . Kuliahnya saja dikesampingkan, karena untuk mengurus rambutnya saja dia tidak mampu secara financial.
Walaupun kisah Gladys terkesan tragis, namun pembaca tidak akan merasa miris atau meratapi nasib cewek kritis ini seperti layaknya menonton sinetron – sinetron di layar televisi. Membaca novel ini pembaca tidak “diajak” untuk melecehkan pekerjaan baby sitter. Pesan moral akan didapatkan apabila kita membaca novel ini secara tuntas, tanpa merasa digurui oleh penulisnya. Bahkan pada kisah ketika Gladys jatuh cinta dengan salah satu majikannya tidak tertuang secara murahan, bahkan semua hal yang dialami Gladys terasa manusiawi tanpa kesan didramatisir.
Memang beberapa bagian dalam cerita ini mudah ditebak akhir episode-nya, tetapi hal tersebut tidak mengganggu keasyikan pembaca. Justru pembaca akan mendapatkan pesan moral dalam menjalani hidup ini.
Kisah cinta antara dua jenis manusia memang merupakan bumbu manis dalam cerita, namun cinta antara sepasang cucu Adam dan Hawa bukan berarti hal yang utama dalam sebuah cerita.
Selamat untuk Tria Barmawi si Penulis Produktif dengan beragam jenis tema. Gaya kepenulisan Tria Barmawi di novel ini juga lincah dalam penuturan. Cocok untuk remaja yang beranjak dewasa. Alternatif bacaan yang sangat diharapkan dibaca oleh para mahasiswi di Indonesia.
