SANG DEWI

SANG DEWI - TITI DJ
Walaupun jiwaku pernah terluka
Hingga nyaris bunuh diri
Wanita mana yang sanggup hidup sendiri
Didunia ini
Walaupun t'lah kututup mata hari
Begitupun telingaku
Namun bila dikala cinta memanggilmu
Dengarkanlah ini

Walaupun dirimu tak bersayap
Ku akan percaya
Kau mampu terbang bawa diriku
Tanpa takut dan ragu

Walaupun mulutku pernah bersumpah
Tak sudi lagi jatuh cinta
Wanita seperti dirikupun ternyata
Mudah menyerah

Walaupun kau bukan titisan dewa
Ku takan kecewa
Karena kau jadikanku sang dewi
Dalam taman surgawi

Ditengah kepadatan aktifitasku belakangan ini,aku merasakan aku menjadi seorang dewi.Entah kebetulan atau entah petunjuk bahwa seseorang memanggilku dengan sebutan 'dewi'.
Memang, pasaranku saat ini sedang tinggi! Hahaha...percaya gak sih,entah dewa dewi keberuntungan tengah mengelilingiku sehingga terkesan aku 'naik pamor' banget.
Ely aja sampai geleng - geleng kepala tadi siang.Katanya,"Lantaran Aceh pasaranmu ngelonjak drastis!Tebar Pesona banget sih.Tuh 2 handphone sampai sahut2an! Kamu bilang yang nomer baru gak bakalan kamu sebar ke orang2, katanya orang2 tertentu aja yang boleh tahu."
Aku cuma ngangkat bahu pasrah. Sampai saat perjalanan di mobil tadi, Meng/Nanda menanyakan,"Pasaran Anna masih tinggi?!"
Ely nyahut,"Wah,kalau diibaratkan saham. Harga Anna tuh tinggi banget tapi permintaan rebutan!"
Aku nggak bisa apa2 deh selain kerepotan ngehadepin panggilan telepon dan sms2 yang masuk. Duuuhh,kalau seperti ini harus gimana dong? Apa aku harus judes en jutek.Pasang tampang judes en jutek malah bikin orang lain penasaran.
"Lagian kamu juga sableng sih,,,mosoq cowok2 itu kamu tawarin ke Rumah Cahaya semua?! Trus ngehadepinnya senyum2 penuh tebar pesona.Gimana mereka gak nyangkut?" Begitu kata Ely.

Duuuuuh,,harus nutup diri dari pergaulan lagi nih???? :(
Serba salah deh!
Hari Jumat aku ke Pak Tituk. Begitu ngelihat aku, Pak Tituk lagi2 tertawa.Beberapa tahun kami nggak saling bertemu.Hahaha...Pak Tituk masih ngerti kebiasaanku kalau aku perlu kepadanya. Apalagi kalau bukan menyodorkan sederet nama - nama cowok??!
"Apa kalau gue meninggal dunia maka loe bakalan ngedatengin kuburan gue dan nanya2 siapa cowok yang cocok buat loe?" tanya Pak Tituk ngeledek sambil tertawa."Shalat Hajat en Istiqharah kamu jangan sampai lewat.Lebih giat lagi!"
Dinasehatin seperti itu aku cuma cengar - cengir. Kalau shaalat Istiqharah aja mah udaah giat banget. Bukannya menentukan dua pilihan lagi deh tarafnya! Karena cowok yg dipilih udah berderet - deret. Hiks...harusnya aku bersyukur ya? Tapi barangkali ini suatu "ujian" bagiku.
Tetapi akhirnya Pak Tituk pasrah,"Oke deh,mumpung gue masih hidup,biarin deh gue bantu'in loe.Tp loe bantu juga gue dengan shalat Hajat."
Okey deh, Pak!
Aku langsung menyebutkan beberapa cowok yang sedang dekat denganku dan cowok2 yang pernah "nembak" aku akhir - akhir ini.
Daaaarrrr!!!!! Kali ini Pak Tituk menyebutkan satu nama diantara mereka dengan mantap dan pastinya penuh keyakinan.
Aku terbengong - bengong secara pasti juga. Kenapa harus dia yang keluar sih?? :(
"Insya Allah dia bagus dan bisa ngebimbing."
Kami bercakap - cakap sampai pukul 9 malam. Asyik banget deh! Benar - benar melepas rindu dengan Pak Tituk :-) Beliau memang sudah mengerti watakku dan selalu menjulukiku,"Jamaah gue yang paling bawel.Nggak pernah bermasalah selain dikejar - kejar cowok2 sampai kebingungan menentukan pilihan!"
Satu yang sangat ditekankan Pak Tituk sebelum kita meninggalkan rumahnya,"Saya mohon dengan sangat kamu tidak meninggalkan shalat fardhu ditambah shalat Hajat karena Insya Allah ini benar-benar baik buat kamu.Dan aura kamu akan terbuka hanya bagi cowok bujangan,lajang dan dapat membimbing kamu dunia dan akhirat.Jangan lupa rajin2 mandi dan minum air zamzam yang saya ambil dan telah saya doa-kan di depan ka'bah, bahkan air zamzam tsb sudah saya bawa tawaf pada saat saya umroh beberapa waktu yang lalu."
Hihihi...Pak Tituk pasti ngamuk2 kalau aku bilang,"Idih,kok kayak baru pulang dari dukun ya,Pak!"
Aku pulang dengan perasaan ringan karena telah mencurahkan perasaan hati secara keseluruhan. Entah kenapa sepulangnya dari Pondok Indah aku langsung menyanyi-nyanyi lagu 'Sang Dewi'-nya Titi DJ, salah satu lagu favoritku. Dan tadi sore orang - orang yang semobil denganku terserang "virus" Sang Dewi.Mereka tanpa sadar menyanyikan lagu "Sang Dewi" hihihi....
Hari ini memang terasa sebentar,banyak amanah yang harus aku kerjakan.Urusan dengan Rumah Cahaya,FLP,Toko Buku,penerbit,pemesan buku2 untuk Aceh,UNJ,,,ditambah ngejemput Owien.Urusan ini,Alhamdulillah bisa sekalian dengan urusan UNJ dan Meng/Nanda bisa ngantar - jemput, jadi lebih terasa ringan (walaupun gak ringan banget!).Kuncinya ikhlas deh! Supaya aku benar - benar bisa menjadi "Sang Dewi".

Siang ini saat tengah menyusun daftar buku dan merekap harga buku pesanan Pak Budi dan menjawab sms2 yang masuk, tiba2 salah satu hp-ku berbunyi. Aku segera angkat.
Suara diseberang : "Halo,ini Anna yang cantik?"
Aku jawab : "Hah? Apaan? Anna yang cantik?Emang aku cantik?"
Perkiraanku tidak melesat, dia mengajakku pergi."An,jadi khan kita pergi ke Bogor?Berani khan?"
Aku langsung menjawab,"Nanti malam aja Mas telepon aku lagi.Jam 9 aja yaaa sekarang aku harus mengerjakan laporan."
Aku mengerti ini adalah sebuah "ujian" karena telah ada nama lain yang telah disebut Pak Tituk. Aku ingin menjadi Sang Dewi di Taman Surgawi :-)

Rawamangun, Akhir January 2005

Postingan Populer